bet365×ãÇòͶע

Senin, 5 Mei 2025

Percepat Transisi Energi, Pembangkit Listrik Berbasis EBT Dikembangkan Mencapai 2,4 GWh

Pengembangan EBT merupakan sebuah keharusan sebagai bentuk komitmen kami dalam melaksanakan transisi energi untuk membantu Pemerintah mencapai NZE.

Dokumentasi PLN
TRANSISI ENERGI-Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung terbesar di Asia Tenggara yang berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat. PLN Indonesia Power (PLN IP) melalui dua mega proyek yaitu Hijaunesia dan Hydronesia merencanakan dapat menambah kapasitas listrik berbasis EBT sebesar 2,4 GWh secara bertahap hingga tahun 2035, Selasa (18/2025). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengembangan pembangkit listrik berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) digenjot untuk mengakselerasi transisi energi di Indonesia

PLN Indonesia Power (PLN IP) melalui dua mega proyek yaitu Hijaunesia dan Hydronesia merencanakan dapat menambah kapasitas listrik berbasis EBT sebesar 2,4 GWh secara bertahap hingga tahun 2035.

Direktur Utama PLN Indonesia Power Edwin Nugraha Putra mengatakan, total kapasitas pembangkit yang dimiliki perseroan saat ini mencapai 21.5 GW, kapasitas pembangkit akan terus bertambah seiring dengan pembanguan pembangkit listrik berbasis EBT.

Baca juga: Komitmen Net Zero Emission 2060, Pertamina Terus Kembangkan EBT dan Bioenergi

"Pengembangan EBT merupakan sebuah keharusan sebagai bentuk komitmen kami dalam melaksanakan transisi energi untuk membantu Pemerintah dalam mencapai Net Zero Emission pada 2060," kata Edwin dalam keterangannya, Selasa (18/2/2025).

Edwin menjelaskan, PLN IP memiliki dua proyek andalan pengembangan EBT, yaitu Hijaunesia Project dengan total kapasitas 1.055 MW yang terdiri dari 12 Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan 1 Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB). 

"PLN Indonesia Power akan mengembangkan pembangkit listrik EBT dengan kapasitas hingga 2,4 GWh hingga 2035, project ini didominasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya," tutur Edwin.

PLN IP juga mempunyai program pengembangan EBT Hydronesia Project dengan total kapasitas 1.345 MW, pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) ini direncanakan akan rampung secara bertahap di tahun 2035. 

"Hijaunesia Project dan Hydronesia Project tidak hanya pengembangan EBT semata, tetapi juga sebagai implementasi Sub Holding PLN Indonesia Power dalam aspek environmental, social and governance (ESG)," kata Edwin.

Direktur Pengembangan Bisnis dan Niaga Bernadus Sudarmanta mengatakan selain terus menjalankan Hijaunesia dan Hydronesia, PLN Indonesia Power juga tengah menggaet investor untuk menjalankan proyek tersebut, hal ini juga dilakukan dalam Mandiri Investment Forum (MIF) 2025.

"Melalui forum ini, PLN Indonesia Power terus berupaya untuk menggaet investor global untuk mengakselerasi EBT di Indonesia," tutur Bernadus.

Berita Rekomendasi
asd
  • Berita Terkini

    © 2025 bet365×ãÇòͶע, a subsidiary of . All Right Reserved
    bet365×ãÇòͶע Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan